Kamis, Mei 10, 2012

Salah Kaprah Islam dan Feminisme



Diskusi dengan beberapa pihak membuat saya bertanya-tanya apa itu feminisme sebenarnya. Menurut Ustad Akmal Syarfil dalam Seminar Indonesia Tanpa Jaringan Islam Liberal yang digelar di Jurusan Teknik Arsiitektur dan Perencanaan beberapa waktu lalu, feminisme adalah paham yang menempatkan wanita dan pria kedalam derajat yang sama dimana yang membedakan keduanya hanyalah fungsi biologis saja. Sejauh ini saya rasa tak ada yang salah dalam feminisme.

Feminisme dan isu kesetaraan gender sejatinya bukan lagi hal yang baru. Isu yang sama telah berkembang bahkan sebelum Islam muncul. Pada masa ini wanita dipingit, ditindas, dan dijadikan objek kekerasan. Munculnya Islam merupakan satu titik besar dalam perkembangan feminisme dimana Islam muncul sebagai ‘pembela’ yang mengangkat derajat wanita untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik. Sederhananya, nilai-nilai feminisme ikut terpatri dalam nafas islam itu sendiri.

Kemunculan Irshad Manji dewasa ini sebagai ‘duta’ muslim yang melegalkan homoseksual dengan dalih feminisme pada dasarnya merupakan bentuk ‘salah kaprah’ terhadap feminisme itu sendiri. Beliau memandang ketika wanita dan pria adalah sama lantas kenapa tidak berhubungan sesama jenis? Kenyataanya feminisme tidak sesederhana itu. Feminisme bukan tidak mengakui perbedaan fungsi biologis yang ada antara pria dan wanita. Fungsi biologis yang dimaksud tentu saja bukan sekedar perbedaan bentuk fisik melainkan ketertarikan dan kebutuhan kepada lawan jenis yang muncul secara naluriah dan diatur dalam AL Quran. Ketika pria dan wanita pada faktanya mempunyai perbedaan fungsi biologis dan kebutuhan satu sama lain lantas kenapa harus berhubungan sesama jenis? Penafsiran terhadap homoseksualitas sebagai bentuk klimaks dari feminisme adalah sebuah cara tafsir yang salah. Pada faktanya homoseksualitas toh sama sekali tak ada hubungannya dengan feminisme.

Satu hal yang disayangkan adalah ketika kontroversi yang dimunculkan Irshad Manji pada akhirnya menyebabkan feminism dan Islam dianggap sebagai dua hal yang bertentangan dan saling berseberangan. Padahal Islam muncul sebagai satu agama feminis yang terang-terangan melarang homoseksualitas. Homoseksualitas BUKAN bagian dari feminisme dan feminisme BUKAN tidak tertuang dalam semangat islam. Pembatasan terhadap perkembangan feminisme yang mungkin saja akan dilakukan nanti hanya akan berdampak memicu peradaban kembali kepada Zaman Jahiliyah sebagaimana yang terjadi pada masa pra kemunculan islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar